Minggu, 06 Maret 2016

MEMINTA WAKTU

MEMINTA WAKTU
Di dunia ini ada laki-laki yang ingin menyandingmu, tapi dia merasa tak mampu. Ada.
Diantara perjalanan-pertemuanmu selama ini dengan seseorang, ada laki-laki yang sedari dulu memerhatikanmu sembunyi-sembunyi. Ada.
Diantara banyak pertemuan, rasanya berpapasan sekali pasti terjadi. Tapi siapa sangka, di dunia ini banyak cinta berada di tempat yang sama, pada jarak yang tak pernah jauh, tetapi belum tentu bertemu.
Ia adalah laki-laki yang tak jauh darimu, yang kamu kenal tapi tak pernah kamu kira bagaimana hatinya. Dia yang setiap saat menghitung-hitung waktu, menghitung mundur batas waktu yang dibuat dalam hidupnya sendiri.
Hendak meminta waktu kepadamu, itu sama halnya memintamu menunggu. Anti bagi laki-laki seperti itu untuk memintamu menunggu. Kapan pun kamu siap, laki-laki haruslah siap.
Pada hari terakhir batas waktu yang telah ia buat, ia duduk menyendiri pada sudut ruangan masjid. Diam sampai pada wakttu shalat berikutnya. Aku yang beberapa saat kembali dan menemuinya dalam keadaan yang sama, bertanya sebabnya.
“manusia memiliki batas waktu, hidup pun memiliki batas waktu. Sebaik-baiknya mengisi waktu adalah dengan hal yang terbaik.”
Aku memerhatikan kesedihannya.
“masih ada waktu, terlambat adalah kata-kata orang putus asa,” aku menyemangatinya.

Kemudian pergi membiarkannya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar